Bahaya Eksploitasi Tambang Pulau Kabaena

Puluhan mahasiswa asal pulau Kabaena dari berbagai perguruan tinggi di Sultra mengikuti Basic Training Hipelwana yang digelar di gedung Kwarda Sultra Kendari, Kabaena.com. Menghadapi ancaman degradasi lngkungan dan konflik horizontal akibat eksploitasi tambang dipulau kabaena, puluhan mahasiswa Kabaena dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengikuti Basic Training yang digelar Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kabaena (Hippelwana).

Meski digelar dibulan suci Ramadhan di gedung Kwarda Sultra, namun para mahasiswa tetap antusias mengikuti setiap materi yang disajikan. Pasalnya, peserta mengaku materi yang disajikan oleh tim pengelola training dianggap sangat berbeda dan tidak pernah didapatkan selama proses perkuliahan.

“Animo mahasiswa saat ini untuk mengikuti perkaderan disejumlah organisasi internal dan ekternal kampus terlihat menurun drastis. Sebagai senior, kami sangat resah dengan kondisi ini. Mahasiswa terkesan apatis terhadap lingkungannya, bahkan tidak jarang mahasiswa terjebak dalam paham hedonisme,” tutur, Ramli, Ketua Umum Hippelwana.

“saya senang karena dari materi budaya dan kearifan local, wawasan saya tentang tanah kelahiran saya menjadi bertambah. Budaya dan kearifan-lokal yang diwariskan oleh para leluhur kami seperti adat istiadat, seni termasuk lingkungan Kabaena harus dilestarikan. Sebagai generasi muda ini adalah tanggungjawab kami sekarang,” ungkap Tyar, peserta dari Universitas Hauoleo.

Menurut salah seorang penggagas kegiatan, Sahrul, yang juga mantan Ketua Umum Hippelwana, hadirnya puluhan perusahan tambang nikel yang mengeksploitasi pulau kabaena saat ini, menjadi alasan tersendiri digelarnya training ini.

pulau kabaena

“selama ini masyarakat kabaena hidup dalam suasana kerukunan. Namun, sejak masuknya puluhan perusahaan tambang, masyarakat mulai terpecah dalam kelompok-kelompok yang mulai mengarah pada ancaman konflik horizontal. Ini sangat berbahaya. Belum lagi ancaman kerusakan lingkungan. Disinilah peran strategis pemuda dan mahasiswa sebagai agen pembaharu dan kelompok social control sangat dibutuhkan,” kata sahrul.

Untuk itu, kata Sahrul, pemuda dan mahasiswa khususnya yang berasal Kabaena perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai untuk menyelamatkan pulau eksotis ini dari bahaya kerusakan lingkungan termasuk ancaman konflik horizontal antar masyarakat.

pulau kabaena

“kalau kami tidak mengambil peran dari sekarang, saya khawatir setelah dieksploitasi puluhan perusahaan tambang, dalam waktu yang tidak terlalu lama pulau kabaena yang luasnya hanya sekitar 800 km akan tenggelam dan hanya akan meninggalkan nama,” tandasnya.

Dalam perut bumi Pulau kabaena diketahui terkandung sejumlah mineral bernilai tinggi seperti nikel, batu krom, batu permata Hijau, bahkan pulau ini juga diduga mengandung logam bernilai tinggi, emas. Sejak lima tahun terakhir, sejumlah perusahaan tambang seperti PT. Anugrah Kharisma Barakah, PT. Timah, PT. PNS, PT. Tekonindo, PT. Bumi Bakti Sulawesi, PT. Bili, serta sejumlah perusahaan lainnya berlomba mengeruk aneka jenis kekayaan alam yang tidak bisa diperbaharui dari dasar pulau ini.

0 Response to "Bahaya Eksploitasi Tambang Pulau Kabaena"

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *